Gua Batu Cermin

Gua Batu Cermin 300x201 Gua Batu CerminGua Batu Cermin merupakan salah satu object wisata yang menjadi primadona Labuhan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur.  Gua Batu Cermin berjarak sekitar 4 km dari Labuhan Bajo yang membutuhkan waktu sekitar 30-50 menit dengan kendaraan.

Goa ini di temukan pertama kali oleh seorang peneliti sekaligus seorang pastur kebangsaan Belanda sekitar tahun 1951, dari penelitian sang pastur di simpulkan bahwa terdahulu berada di bawah permukaan laut.

Untuk menempuh tempat wisata Goa Batu Cermin sangatlah mudah karena dari pemerintah sendiri sudah menyiapkan tempat ini sebagai salah satu kunjungan wisata. Jalannyapun sangat asri dengan pohon bambu dan pepohonan liar di sekitar jalan menuju mulut goa, setelah membayar tiket masuk sebaiknya menggunakan jasa guide lokal, agar perjalanan lebih nyaman dan bisa mengetahui historical dari Gua Batu Cermin langsung.

Saat musim hujan wisatawan harus lebih berhati-hati karena jalanan suka sedikit licin. Gua ini diapit oleh hutan yang juga terdapat fauna seperti burung-burung khas kawasan timur, kera ekor panjang bahkan terkadang babi hutan.

Waktu yang paling tepat saat mengunjungi gua ini adalah saat pagi menjelang siang atau saat matahari bersinar dengan teriknya. Alasannya adalah saat itulah Anda akan merasakan sensasi di balik nama Batu Cermin pada gua ini. Matahari akan masuk melalui sela-sela batuan di atas gua kemudia memantul di batu yang berada di dalam gua dan menimbulkan cahaya tersendiri yang membuat batuan di gua mengkilap. Itulah mengapa gua ini dinamakan batu cermin sebab kemampuan batunya yang bisa memantulkan cahaya.

Kirlapan cahaya yang ada di batuan di dalam gua berasal dari partikel garam yang masih terkandung di dalam gua yang memang terlihat berkilauan saat cahaya menerpanya. Untuk melihat fenomena ini wisatawan harus masuk sekitar 20 meter bersempit-sempitan ke dalam gua yang ternyata memiliki total kedalaman panjang hingga 200 meter ini. Selain dapat memantulkan cahaya layaknya cermin, gua ini saat hujan akan memiliki genangan air di dalamnya yang juga bisa memantulkan cahaya sehingga Anda akan bisa bercermin di genangan air tersebut.

Karena gua yang memiliki banyak batuan stalaktit dan stalakmit yang memakan tempat di jalur gua, maka untuk bisa masuk ke dalam gua pengunjung biasanya dibatasi hanya sebanyak 10 orang saja, sisanya harus menunggu di mulut gua selama kurang lebih 30 menit sampai rombongan sebelumnya keluar. Udara di dalam gua sendiri cukup sejuk lembap sebab semakin sedikit juga cahaya matahari yang masuk.

Pemandangan yang spesial terdapat di dalam gua adalah adanya fosil beberapa hewan laut yang berhasil ditemukan dan diteliti oleh orang Belanda tadi. Keberadaan fosil coral (karang) atau bahkan penyu dan kura-kura disertai adanya partikel garam yang ada di dinding gua inilah yang menjadi dugaan kuat Theodore Vervoven, penemu gua ini bahwa dahulu kala Pulau Flores letaknya berada di bawah permukaan laut. Penampakan tersebut masih dapat dilihat dengan jelas hingga sekarang. Gua ini bisa dikatakan sebagai cerminan Flores saat zaman purba dulu yang merupakan dasar laut.

Penampakan lain yang merupakan bentukan batu adalah batu putih panjang yang berada tepat dekat dengan jatuhnya sinar matahari, yang biasa disebut Batu Bunda Maria oleh umat Kristiani setempat karena memang mirip dengan patung Bunda Maria yang biasa dilihat ditemani dengan cahaya yang ada. Selain itu, di gua ini juga tinggal beberapa hewan khas wilayah gelap seperti jangkrik, laba-laba atau bahkan kelelawar juga meninggali gua yang memang masih dikatakan perawan ini.

Sayang sebenarnya fasilitas yang ada di sekitar gua kurang terawat dengan baik, seperti adanya bangunan yang sebenarnya diperuntukkan untuk melihat pemandangan sekitar goa yang keadaannya cukup miris karena terlihat seram dan tidak tersentuh sama sekali, selain itu di sini juga tidak ada yang berjualan makanan dan minuman. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan bila mengunjungi Gua Batu Cermin. Pertama lebih baik menggunakan motor untuk menuju sini sebab diperhitungkan dari segi biaya yang lebih murah dan jaraknya yang dekat dari Labuan Bajo.

Kedua saat memasuki gua sangat dianjurkan untuk tidak terlalu sering menyentuh batuan di dalamnya sebab batuan tersebut bisa terus tumbuh secara alami yang bila sering disentuh tangan manusia akan kehilangan kemerlap garamnya serta juga tidak akan tumbuh. Anda akan melihat contoh batuan yang pernah dipotek oleh manusia dan sekarang batuan tersebut hanya seonggok batu kusam yang tak punya kilauan garam lagi.

Ketiga bawalah cukup perbekalan terutama minuman karena memasuki gua yang sempit perlu menyelip-nyelip bisa menguras tenaga juga. Dari semua hal itu, yang penting Anda harus mencoba datang ke tempat di mana fenomena alam yang tidak biasa ini terjadi. Wisatawan luar negri saja takjub dengan keberadaan Gua Batu Cermin ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>