Pulau Bidadari

PULAU Bidadari memang molek untuk ukuran ujung barat Pulau Flores. Berbeda dengan pulau lain di sekitarnya, Pulau Bidadari luasnya 15,4 hektar, dalam kepungan garis pantai berpasir putih. Perairan sekitarnya menyimpan pesona sendiri dari berbagai jenis terumbu karang yang masih relatif asli.

Meski demikian, namanya jarang mencuat. Mungkin karena terkubur oleh kemasyhuran nama besar Taman Nasional Komodo (TNK) yang terkenal hingga pelosok dunia karena menyisakan kadal raksasa bernama komodo.

Jika turis ingin mengunjungi TNK atau Pulau Bidadari, biasanya dari Labuan Bajo, kota Kabupaten Manggarai Barat, yang juga meliputi kawasan tersebut. Khusus ke Pulau Bidadari, jaraknya dari Labuanbajo sekitar 15-20 menit dengan perahu motor cepat.

Mencuatnya nama Bidadari, kemungkinan karena pergantian nama. Konon awalnya bernama Pulau Bajo. Entah mengapa, belakangan berganti nama menjadi Bidadari. Terkait pergantian nama ini, sejumlah warga di Labuan Bajo mengisahkan dengan versi berbeda-beda. Ada yang mengatakan karena daratan Pulau Bidadari banyak ditumbuhi pohon bidara.

Versi lainnya, pergantian nama karena kemolekan pulau itu. Kekuatannya, tidak hanya keindahan terumbu karang di perairan sekitarnya, namun juga garis pantai yang memesona. Pergantian nama ini diperkuat lagi oleh kisah beraroma mistik, konon karena heningnya suasana di pulau itu, sering terlihat sosok makhluk halus mirip perempuan cantik. Penduduk bermata tajam melukiskan makhluk halus mirip bidadari atau perempuan cantik.

Ada lagi versi yang agak rasional. Pulau Bajo berganti nama seiring dikenal-luasnya TNK menjadi obyek wisata dunia. Wisatawan tidak hanya menikmati komodo di Pulau Komodo atau Pulau Rinca dalam kawasan TNK. Mereka juga mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitarnya, termasuk Pulau Bajo (Bidadari).

Menyaksikan keindahan dan keheningan Pulau Bajo, para turis langsung berbugil ria menikmati pantai sambil mandi. Karena yang berbugil ria termasuk bule perempuan, langsung menjadi kisah hangat di kalangan masyarakat. Perempuan bule itu dilukiskan sebagai bidadari. Kisah itu kemudian mengental dan menggusur nama Pulau Bajo menjadi Pulau Bidadari. Karena tidak jauh dari TNK, Pulau Bidadari diyakini sebagai penjaga atau pengawal taman tersebut.

Punggawa Bajo
Dari cerita sejumlah tetua di Labuan Bajo, Pulau Bajo dan sekitarnya di waktu lampau dibawah kekuasaan punggawa Bajo. Punggawa Bajo mengawal wilayah kekuasaan yang konon sangat luas hingga perbatasan dengan Nusa Tenggara Barat (NTB). HM Yusuf dikenal sebagai keturunan Punggawa Bajo dan kini jenazahnya dikubur di Pulau Bidadari.

Tak heran jika Ernest, seorang pengusaha, melobi HM Yusuf pada tahun 2000 karena dianggap penjaga Pulau Bidadari. Sejumlah uang yang diberikan kepada HM Yusuf sekadar imbalan agar usaha Ernest lancar, tidak diusik-usik.
Adalah wajar apabila Ernest yang sebelumnya membuka usaha di Gili Air, Lombok Barat, NTB, melirik Pulau Bidadari untuk membangun bungalow dan rumah makan. Sebab, pulau ini indah. Selain berpasir putih, sebagai obyek wisata, Bidadari diyakini mampu mendatangkan keuntungan. (samuel oktora batarade/kcm)

×
Hello, saya Wayan.
Ada yang bisa di bantu ?